Apakah Taubat Merubah Kesalahan Menjadi
Kebaikan?
Pertanyaan : Aku telah melakukan banyak
kesalahan dalam hidupku. Apabila aku
bertaubat, apakah Allah akan mengampuni
dosa-dosaku dan menggantikannya dengan
kebaikan?
Syaikh Abdul 'Aziz bin Abdul Rahim
menjawab : Dosa yang dilakukan manusia ada
dua bentuk. Pertama, dosa diakibatkan
kemaksiatan dan meremehkan perintah yang
Allah wajibkan dan larangan yang Allah
haramkan. Kedua, dosa yang dilakukan antar
sesama mereka.
Adapun dosa yang terjadi antara dia dengan
Tuhannya, jika bertaubat dan kembali kepada-
Nya, meninggalkan maksiat, melaksanakan
perintah Allah, dan menempuh jalan ketaatan,
sungguh Allah 'Azza wa Jalla Maha Pengasih
terhadap hamba-hamba-Nya. Maka Allah
Subhanahu Wa Ta'ala akan mengampuni orang
yang bertaubat. Allah Ta'ala berfirman:
ﺎَّﻟِﺇ ْﻦَﻣ َﺏﺎَﺗ َﻦَﻣَﺁَﻭ َﻞِﻤَﻋَﻭ ﺎًﻠَﻤَﻋ ﺎًﺤِﻟﺎَﺻ َﻚِﺌَﻟﻭُﺄَﻓ ُﻝِّﺪَﺒُﻳ
ُﻪَّﻠﻟﺍ ْﻢِﻬِﺗﺎَﺌِّﻴَﺳ ٍﺕﺎَﻨَﺴَﺣ َﻥﺎَﻛَﻭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﺎًﻤﻴِﺣَﺭ ﺍًﺭﻮُﻔَﻏ
" Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman
dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan
mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan
adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. " (QS. Al Furqan: 70)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Maha Penyayang
lagi Maha Pemurah, akan memberi maaf dan
ampunan bagi hamba-hamba-Nya jika mereka
datang kepadaNya untuk bertaubat. Allah juga
akan mengampuni dan merahmati kelemahan
dan hawa nafsunya yang dulunya pernah
menguasainya, jika dia kembali melakukan
ketaatan. Allah Ta'ala berfirman;
َّﻥِﺇ ِﺕﺎَﻨَﺴَﺤْﻟﺍ َﻦْﺒِﻫْﺬُﻳ ِﺕﺎَﺌِّﻴَّﺴﻟﺍ
" Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik
itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan
yang buruk. " (QS. Huud: 114)
Siapa yang bertaubat, menguatkan niat dan
tekad untuk bertaubat dengan benar-benar yang
tidak disertai keinginan kembali melakukan
kemaksiatan itu, dan beramal shalih serta hanya
berharap ampunan hanya kepada Allah, maka
Allah akan menerima taubatnya, memberi maaf,
dan mengampuninya.
Jika dosa diakibatkan mengambil hak-hak orang
lain, maka wajib mengembalikan hak-hak
tersebut kepada yang punya. Siapa yang
mengambil harta orang lain yang tidak halal
atau menumpahkan darah yang haram,
mencela, atau melaknat (mengutuk) seseorang,
maka dia harus meminta kehalalan dari yang
didzalimi dan mengembalikan hak-hak tersebut
kepadanya. Jika dia tidak mampu
mengembalikannya karena keterbatasan yang
dia miliki atau alasan lain, maka urusannya
diserahkan kepada Allah, jika Dia berkehendak
akan memaafkannya dan jika berkehendak akan
mengadzabnya.
(PurWD/voa-islam.com)
Jumat, Juli 20, 2012
taubat
Oleh Saudara Mohd Hamdan Haji Mohd
Ibrahim
KEUTAMAAN RAMADHAN...
1. BULAN DITURUNKAN AL-QUR’AN
”Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan
Al-Qur`an” [QS Al-Baqarah : 185].
2. LAILATUL QADAR
”Sesungguhnya kami menurunkannya di malam
lailatul qodar.” [QS Al-Qadar : 1].
3. PINTU SYURGA DIBUKA, PINTU NERAKA
DITUTUP
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam
bersabda : ”Apabila Ramadhan telah masuk,
pintu-pintu langit dibuka dan pintu pintu
jahannam ditutup serta syaithan-syaithan
dibelenggu.”
Di dalam riwayat lain : ”Apabila Ramadhan
telah datang, pintu-pintu syurga dibuka”.
Di dalam riwayat lain : ”Pintu-pintu rahmat
dibuka”. [Muttafaq ’alaihi]
4. PELEPASAN DARI API NERAKA
Di dalam hadits riwayat Turmudzi : ”Berseru
seorang penyeru, wahai orang yang
menghendaki kebaikan lakukan dan
laksanakanlah, wahai orang yang menghendaki
keburukan kurangilah. Dan Allah memiliki
orang-orang yang dibebaskan dari neraka dan
hal ini terjadi setiap malam sampai berakhirnya
Ramadhan.” [dihasankan oleh al-Albani].
5. DILIPATGANDAKAN GANJARAN
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam
bersabda : ”Setiap amal bani Adam
dilipatgandakan, kebaikan diganjar sepuluh kali
lipat yang sepadan dengannya hingga sampai
seratus kali lipat, bahkan hingga sampai kepada
apa yang Alloh kehendaki. Alloh Azza wa Jalla
berfirman : kecuali puasa, karena
sesungguhnya
puasa itu untukku dan Aku sendirilah yang akan
membalasnya. Ia meninggalkan syahwat dan
makannya hanya karena Aku. Bagi orang yang
berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu
kegembiraan tatkala ia berbuka dan
kegembiraan tatkala ia
bertemu dengan Rabb-nya. Sungguh bau mulut
seorang yang berpuasa itu adalah lebih harum
di sisi Alloh dibandingkan harumnya
kesturi.” [muttafaq ’alaihi].
6. GANJARAN SYURGA AR-RAYYAN
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam
bersabda : ”Sesungguhnya di dalam surga ada
sebuah pintu yang disebut dengan ar-Royyan.
Orang-orang yang berpuasa masuk darinya
pada hari kiamat, dan tidak ada seorangpun
selain mereka yang dapat memasukinya.
Apabila mereka (orang-orang yang berpuasa)
telah memasukinya pintu tersebut ditutup, dan
tidak ada lagi seorangpun yang dapat
memasukinya.” [Muttafaq ’alaihi].
7. DIAMPUNKAN DOSA TERDAHULU
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam
bersabda : ”Barangsiapa berpuasa di bulan
Ramadhan dengan keimanan dan ihtisab
(mengharap balasan dari Alloh) maka diampuni
dosa-dosanya yang terdahulu.” [Muttafaq
’alaihi].
8. PENGHAPUS DOSA
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam
bersabda : ”...antara sholat lima waktu, antara
Jum’at yang satu ke Jum’at yang lain dan antara
Ramadhan yang satu ke Ramadhan yang lain,
terdapat kafarat (penghapus dosa) diantaranya,
selama dosa-dosa besar dijauhi.” [HR Muslim].
9. AMALAN KE SYURGA
Dari Abi Umamah beliau berkata : Aku
mendatangi Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa
Salam dan aku berkata :”Tunjukkan padaku
amalan yang dapat memasukkanku ke surga.”
Beliau menjawab : ”berpuasalah karena tidak
ada yang sepadan dengannya.”
Kemudian aku mendatangi beliau kedua
kalinya, beliau tetap berkata : ”Berpuasalah”.
[Shahih, HR Ahmad].
10.DIJAUHKAN DARI NERAKA
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam
bersabda : ”Tidaklah seorang hamba berpuasa
sehari di jalan Alloh, melainkan Alloh jauhkan
pada hari itu wajahnya dari neraka sejauh tujuh
puluh kharif (jarak perjalanan).” [HR Muslim].
11.SYAFAAT DI AKHIRAT
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam
bersabda : ”Puasa dan Al-Qur`an memberikan
syafa’at bagi seorang hamba pada hari kiamat.
Puasa berkata : Wahai Rabb, sesungguhnya aku
telah menahannya dari makan dan syahwat di
siang hari, maka berilah dia syafa’at
karenaku.” [Shahih, HR Ahmad dan selainnya].
Dipetik dari kitab Bekal-Bekal Ramadhan –
Syaikh Muhammad Jamil Zainu.
*Jadilah kita hamba Allah, bukan hamba
Ramadhan semata-mata.
*Keep Istiqomah.
*Hargai dan sambutlah Ramadhan seperti
menyambut kedatangan orang yang sangat kita
cintai.
Wassalam wbt..
Mohd Hamdan Haji Mohd Ibrahim
Shalat tarawih adalah shalat yang hukumnya
sunnah berdasarkan kesepakatan para ulama.
Shalat tarawih merupakan shalat malam atau di
luar Ramadhan disebut dengan shalat tahajud.
Shalat malam merupakan ibadah yang utama di
bulan Ramadhan untuk mendekatkan diri pada
Allah Ta’ala. Ibnu Rajab rahimahullah dalam
Lathoif Al Ma’arif berkata, “Ketahuilah bahwa
seorang mukmin di bulan Ramadhan memiliki
dua jihadun nafs (jihad pada jiwa) yaitu jihad di
siang hari dengan puasa dan jihad di malam hari
dengan shalat malam. Barangsiapa yang
menggabungkan dua ibadah ini, maka ia akan
mendapati pahala yang tak hingga.”
Keutamaan Shalat Tarawih
Pertama : Shalat tarawih mengampuni dosa
yang telah lewat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
ْﻦَﻣ َﻡﺎَﻗ ﺎًﻧﺎَﻤﻳِﺇ َﻥﺎَﻀَﻣَﺭ ﺎًﺑﺎَﺴِﺘْﺣﺍَﻭ َﺮِﻔُﻏ ُﻪَﻟ ﺎَﻣ َﻡَّﺪَﻘَﺗ ْﻦِﻣ
ِﻪِﺒْﻧَﺫ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan
karena iman dan mencari pahala, maka dosa-
dosanya yang telah lalu akan diampuni .” (HR.
Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Yang
dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat
tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh
Imam Nawawi (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,
6:39). Hadits ini memberitahukan bahwa shalat
tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat
dilakukan karena iman yaitu membenarkan
pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari
pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan
lainnya (Lihat Fathul Bari, 4:251). Imam Nawawi
menjelaskan, “Yang sudah ma’ruf di kalangan
fuqoha bahwa pengampunan dosa yang
dimaksudkan di sini adalah dosa kecil, bukan
dosa besar. Dan mungkin saja dosa besar ikut
terampuni jika seseorang benar-benar menjauhi
dosa kecil.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,
6:40).
Lebih Semangat di Akhir Ramadhan
Selayaknya bagi setiap mukmin untuk terus
semangat dalam beribahadah di sepuluh hari
terakhir bulan Ramadhan lebih dari lainnya. Di
sepuluh hari terakhir tersebut terdapat lailatul
qadar. Allah Ta’ala berfirman,
ُﺔَﻠْﻴَﻟ ِﺭْﺪَﻘْﻟﺍ ٌﺮْﻴَﺧ ْﻦِﻣ ِﻒْﻟَﺃ ٍﺮْﻬَﺷ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu
bulan” (QS. Al Qadar: 3). Telah terdapat
keutamaan yang besar bagi orang yang
menghidupkan malam tersebut. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
ْﻦَﻣ َﺔَﻠْﻴَﻟ َﻡﺎَﻗ ِﺭْﺪَﻘْﻟﺍ ﺎًﻧﺎَﻤﻳِﺇ ﺎًﺑﺎَﺴِﺘْﺣﺍَﻭ ُﻪَﻟ َﺮِﻔُﻏ ﺎَﻣ َﻡَّﺪَﻘَﺗ ْﻦِﻣ
ِﻪِﺒْﻧَﺫ
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul
qadar karena iman dan mengharap pahala dari
Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan
diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terlihat lebih
rajin di akhir Ramadhan lebih dari hari-hari
lainnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits,
ُﻝﻮُﺳَﺭ َﻥﺎَﻛ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ- ﻰِﻓ ُﺪِﻬَﺘْﺠَﻳ -ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ
ِﺮْﺸَﻌْﻟﺍ ِﺮِﺧﺍَﻭَﻷﺍ ﺎَﻣ ﻰِﻓ ُﺪِﻬَﺘْﺠَﻳ َﻻ ِﻩِﺮْﻴَﻏ .
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat
bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir
bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau
di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim no. 1175)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi
contoh dengan memperbanyak ibadahnya saat
sepuluh hari terakhir Ramadhan. Untuk maksud
tersebut beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
sampai menjauhi istri-istri beliau dari
berhubungan intim. Beliau pun tidak lupa
mendorong keluarganya dengan
membangunkan mereka untuk melakukan
ketaatan pada malam sepuluh hari terakhir
Ramadhan. ‘Aisyah mengatakan,
َﻥﺎَﻛ ُّﻰِﺒَّﻨﻟﺍ – ﻰﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﺍَﺫِﺇ – َﻞَﺧَﺩ ُﺮْﺸَﻌْﻟﺍ
َّﺪَﺷ ، ُﻩَﺭَﺰْﺌِﻣ ُﻪَﻠْﻴَﻟ ﺎَﻴْﺣَﺃَﻭ ، َﻆَﻘْﻳَﺃَﻭ ُﻪَﻠْﻫَﺃ
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
memasuki sepuluh hari terakhir (bulan
Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya
(untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’),
menghidupkan malam-malam tersebut dan
membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari no.
2024 dan Muslim no. 1174). Imam Nawawi
rahimahullah berkata, “Disunnahkan untuk
memperbanyak ibadah di akhir Ramadhan dan
disunnahkan pula untuk menghidupkan malam-
malamnya dengan ibadah.” (Al Minhaj Syarh
Shahih Muslim, 8:71)
Semangat Tarawih Berjama’ah
Sudah sepantasnya setiap muslim mendirikan
shalat tarawih tersebut secara berjama’ah dan
terus melaksanakannya hingga imam salam.
Karena siapa saja yang shalat tarawih hingga
imam selesai, ia akan mendapat pahala shalat
semalam penuh. Padahal ia hanya sebentar saja
mendirikan shalat di waktu malam. Sungguh
inilah karunia besar dari Allah Ta’ala. Dari Abu
Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
َﻡﺎَﻗ ْﻦَﻣ َﻊَﻣ ِﻡﺎَﻣِﺈْﻟﺍ ﻰَّﺘَﺣ َﻑِﺮَﺼْﻨَﻳ َﺐِﺘُﻛ ُﻡﺎَﻴِﻗ ُﻪَﻟ ٍﺔَﻠْﻴَﻟ
“Barangsiapa yang shalat bersama imam hingga
imam selesai, maka ia dicatat seperti melakukan
shalat semalam penuh.” (HR. Tirmidzi no. 806,
shahih menurut Syaikh Al Albani)
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Para
ulama sepakat bahwa shalat tarawih itu sunnah.
Namun mereka berselisih pendapat apakah
shalat tarawih itu afdhol dilaksanakan sendirian
atau berjama’ah di masjid. Imam Syafi’i dan
mayoritas ulama Syafi’iyah, juga Imam Abu
Hanifah, Imam Ahmad dan sebagian ulama
Malikiyah berpendapat bahwa yang afdhol
adalah shalat tarawih dilakukan secara
berjama’ah sebagaimana dilakukan oleh ‘Umar
bin Al Khottob dan sahabat radhiyallahu
‘anhum. Kaum muslimin pun terus ikut
melaksanakannya seperti itu.” (Al Minhaj Syarh
Shahih Muslim, 6:39).
11 ataukah 23 Raka’at?
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan,
“Sesungguhnya shalat malam tidak memiliki
batasan jumlah raka’at tertentu. Shalat malam
adalah shalat nafilah (yang dianjurkan),
termasuk amalan dan perbuatan baik. Siapa saja
boleh mengerjakan sedikit raka’at. Siapa yang
mau juga boleh mengerjakan dengan jumlah
raka’at yang banyak.” (At Tamhid, 21/70). Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai
shalat malam, beliau menjawab,
ُﺓَﻼَﺻ ﻰَﻨْﺜَﻣ ِﻞْﻴَّﻠﻟﺍ ، ﻰَﻨْﺜَﻣ ﺍَﺫِﺈَﻓ َﻰِﺸَﺧ ُﻢُﻛُﺪَﺣَﺃ َﺢْﺒُّﺼﻟﺍ
ًﺔَﻌْﻛَﺭ ﻰَّﻠَﺻ ، ًﺓَﺪِﺣﺍَﻭ ُﺮِﺗﻮُﺗ ُﻪَﻟ ﺎَﻣ ْﺪَﻗ ﻰَّﻠَﺻ
“Shalat malam itu dua raka’at-dua raka’at. Jika
salah seorang di antara kalian takut masuk
waktu shubuh, maka kerjakanlah satu raka’at.
Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi
dengan witir.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim
no. 749). Padahal ini dalam konteks pertanyaan.
Seandainya shalat malam itu ada batasannya,
tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan
menjelaskannya.
Al Baaji rahimahullah mengatakan, “Boleh jadi
‘Umar memerintahkan para sahabat untuk
melaksanakan shalat malam sebanyak 11
raka’at. Namun beliau memerintahkan seperti
ini di mana bacaan tiap raka’at begitu panjang,
yaitu imam sampai membaca 200 ayat dalam
satu raka’at. Karena bacaan yang panjang dalam
shalat adalah shalat yang lebih afdhol. Ketika
manusia semakin lemah, ‘Umar kemudian
memerintahkan para sahabat untuk
melaksanakan shalat sebanyak 23 raka’at, yaitu
dengan raka’at yang ringan-ringan. Dari sini
mereka bisa mendapat sebagian keutamaan
dengan menambah jumlah raka’at.” (Al
Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 27/142)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
berkata, “Semua jumlah raka’at di atas (dengan
11, 23 raka’at atau lebih dari itu, -pen) boleh
dilakukan. Melaksanakan shalat malam di bulan
Ramadhan dengan berbagai macam cara tadi itu
sangat bagus. Dan memang lebih utama adalah
melaksanakan shalat malam sesuai dengan
kondisi para jama’ah. Kalau jama’ah
kemungkinan senang dengan raka’at-raka’at
yang panjang, maka lebih bagus melakukan
shalat malam dengan 10 raka’at ditambah
dengan witir 3 raka’at, sebagaimana hal ini
dipraktekkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam sendiri di bulan Ramdhan dan bulan
lainnya. Dalam kondisi seperti itu, demikianlah
yang terbaik. Namun apabila para jama’ah tidak
mampu melaksanakan raka’at-raka’at yang
panjang, maka melaksanakan shalat malam
dengan 20 raka’at itulah yang lebih utama.
Seperti inilah yang banyak dipraktekkan oleh
banyak ulama. Shalat malam dengan 20 raka’at
adalah jalan pertengahan antara jumlah raka’at
shalat malam yang sepuluh dan yang empat
puluh. Kalaupun seseorang melaksanakan shalat
malam dengan 40 raka’at atau lebih, itu juga
diperbolehkan dan tidak dikatakan makruh
sedikit pun. Bahkan para ulama juga telah
menegaskan dibolehkannya hal ini semisal Imam
Ahmad dan ulama lainnya. Oleh karena itu,
barangsiapa yang menyangka bahwa shalat
malam di bulan Ramadhan memiliki batasan
bilangan tertentu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam sehingga tidak boleh lebih atau kurang
dari 11 raka’at, maka sungguh dia telah
keliru.” (Majmu’ Al Fatawa, 22/272)
Tuntunan Lain Shalat Tarawih
Shalat tarawih lebih afdhol dilakukan dua raka’at
salam, dua raka’at salam. Dasarnya adalah
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “ Shalat
malam adalah dua raka’at dua raka’at .” (HR.
Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749). Ulama
besar Syafi’iyah, An Nawawi ketika menjelaskan
hadits “shalat sunnah malam dan siang itu dua
raka’at, dua raka’at”, beliau rahimahullah
mengatakan, “Yang dimaksud hadits ini adalah
bahwa yang lebih afdhol adalah mengerjakan
shalat dengan setiap dua raka’at salam baik
dalam shalat sunnah di malam atau siang hari.
Di sini disunnahkan untuk salam setiap dua
raka’at. Namun jika menggabungkan seluruh
raka’at yang ada dengan sekali salam atau
mengerjakan shalat sunnah dengan satu raka’at
saja, maka itu dibolehkan menurut kami.” (Al
Minh
Sabtu, Juli 14, 2012
Manfaat TOTOK AURA
- memperlancar peredaran darah
- mengurangi flek-flek hitam
- mencegah timbulnya jerawat
- mencerahkan kulit wajah
- mengencangkan kulit wajah
- membentuk kontur wajah
- mengurangi dampak penuaan dini berupa kerutan,
- membuat wajah lebih segar membuat awet muda
- mengecilkan pipi
- mengurangi noda hitam di wajah
pijet, totok , akupuntur dan semacam nya
Banyak orang melirik pengobatan ala Cina sebagai pengobatan alternatif. Sebagai pengobatan yang sudah dilakukan berabad-abad, pengobatan-pengobatan ini dipercaya bisa menyembuhkn beragam jenis keluhan kesehatan. Berikut ini adalah metode-metode pengobatan yang dikembangkan di negeri Cina :
CHIKUNG
Chikung atau energi dari pernapasan, dulunya hanya dipelajari terbatas di vihara oleh para pendeta. Tetapi seiring dengan majunya peradaban, ilmu ini menyebar ke masyarakat umum dan dipelajari di berbagai daerah di dunia. Menurut ilmu chikung, udara yang kita hirup dipercaya mempunyai energi hidup atau chi. Teknik chikung melatih seseorang untuk memaksimalkan manfaat energi untuk kesehatan melalui latihan pernapasan dan gerakan.
Cukup banyak penyakit yang bisa ditangani lewat teknik ini. Mulai migrain, masalah saluran pencernaan, kesuburan, sampai kanker. Bahkan, seorang ahli chikung bisa mengobati orang sakit dari jarak jauh. Energi penyembuhan disalurkan melalui foto dan alamat tinggal si pasien. Sebelum pengobatan pasien harus dalam kondisi tidur dan relaks.
AKUPUNKTUR
Menurut sejarah, akupunktur ditemukan 2000 tahun sebelum Masehi. Pada awalnya teknik ini memakai alat bantu batu runcing atau ranting. Menurut ilmu akupunktur, ada sekitar 365 titik akupunktur dalam tubuh manusia, dan setiap organ tubuh selalu mempunyai hubungan dengan sebagian titik akupunktur itu. Kalau ada bagian tubuh yang sakit, pasti ada sebuah simpul yang bermasalah.
Akupunktur atau tusuk jarum di sini berfungsi menstimulasi titik-titik itu dan melancarkan kembali jalur meridian pada tubuh," jelas dr. Rachmat, TCM, yang meraih dokter akupunktur dari Cina ini.
Jarum yang dipakai untuk akupunktur memang khusus, dengan ukuran cun. Satu cun sama dengan satu ruas jari, atau sekitar 2 - 2,5 cm. Panjang jarum yang digunakan, lanjut Rachmat, mulai dari 0,5 - 9 cun. Banyaknya jarum yang digunakan saat pengobatan tergantung pada diagnosa dan daerah yang diakupunktur.
Pada dasarnya, menurut Rachmat, hampir semua penyakit bisa disembuhkan melalui teknik ini. Ada penyakit-penyakit yang masuk ke dalam kategori mudah disembuhkan, misalnya nyeri leher, sakit kepala, nyeri perut, sakit waktu haid, dan pegal-pegal. Sedangkan untuk penyakit degeneratif seperti kanker atau penyakit lain hanya bisa membantu meredakan gejala dan memperkuat kekebalan tubuh si pasien. "Salah satu keistimewaan dari akupunktur ini bisa dibilang tanpa efek samping," tandas Rachmat.
Sekarang, selain untuk kesehatan, teknik akupunktur juga dimanfaatkan untuk melangsingkan tubuh dan kecantikan wajah. Untuk melangsingkan tubuh, yang ditusuk oleh jarum adalah di bagian perut. "Tujuannya untuk meningkatkan kontraksi otot perut, sehingga lemak lama kelamaan akan hilang. Sedangkan akupunktur di wajah dilakukan untuk melancarkan aliran darah di wajah, sehingga wajah terlihat selalu cerah."
Agar aman, Rachmat berpesan, agar orang yang ingin diakupunktur tidak dalam kondisi lapar atau terlalu letih. Apalagi untuk yang pertama kali melakukan akupunktur. "Pasien bisa shock, dengan gejala keringat berlebih, berdebar-debar, mulut kering dan kepala pusing," jelas suami dr. Megawati ini. Selain itu, orang yang demam tinggi juga tidak dianjurkan menjalani tusuk jarum. Untuk waktu, Rachmat menyarankan melakukan akupunktur pada pagi atau sore hari.
TUINAL
Jika ingin bugar, bisa coba tuinal atau pijat tradisional Cina. Ada 8 gerakan dasar tuinal, yaitu menggiling, mengelus, memijat, menotok, mencubit, mengurut, menggosok, dan menepuk. Di Cina, ujar Rachmat, tidak ada tukang pijat tuinal, tetapi yang ada dokter tuinal. "Karena untuk memperoleh ilmu pijat tuinal harus menyelesaikan pelajaran setara dengan sarjana," jelas Rachmat. Sedangkan kalau di Indonesia hanya perlu training selama 3 bulan.
Biasanya mereka yang datang untuk pijat tuinal mengalami keluhan nyeri pinggang, punggung, nyeri pundak, dan kecapekan. Seperti pijat pada umumnya, mereka telungkup dan mulai dipijat dengan gabungan 8 gerakan dasar tersebut. Yang membedakan, lanjutnya, pijat tuinal dimulai dari kepala lalu turun ke kaki. "Mereka yang pijat juga tidak usah buka baju. Pokoknya pemijat tidak menyentuh langsung tubuh mereka," jelas Rachmat sembari menerangkan bahwa setiap pemijat selalu menggunakan tenaga dalam saat memijat.
TOTOK
Pada dasarnya, metode totok sama dengan metode akupresur, yaitu penekanan pada bagian tubuh tertentu berdasarkan titik meridian dalam akupunktur. Penekanan ini bisa menstimulasi titik-titik tersebut sehingga bisa menyelaraskan kembali fungsi dari bagian tubuh yang dituju.
Totok bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, relaksasi serta bisa mengurangi depresi. "Transfer bio energi dari si penotok juga mengusir energi negatif serta memperbaiki metabolisme hormonal," jelas Reina Lintang Asih, pengelola Lellidewi, rumah kecantikan dan kebugaran yang menyediakan layanan aneka totok.
Berdasarkan fungsinya, ada beberapa jenis totok, yaitu totok wajah, payudara, pelangsingan tubuh, dan vagina. Untuk totok wajah, selain wajah yang ditotok, bagian dagu, rahang, leher, kepala dan punggung juga ikut ditotok. "Karena wajah mempunyai kaitan dengan bagian tubuh lain," jelas presenter acara di stasiun televisi swasta ini.
Sebelum ditotok, wajah dan sekitarnya dipijat dulu untuk relaksasi serta diberi semacam krim skin food untuk kesehatan kulit. Setelah itu, baru dilakukan penotokan. Dari proses relaksasi sampai penotokan membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
Metode ini juga bisa dimanfaatkan untuk melangsingkan tubuh. Bagian yang ditotok adalah bagian paha tengah sampai perut, dan juga belakang telinga. Khusus untuk totok ini, selain dilakukan penekanan, juga pencubitan. "Dengan pencubitan, lemak akan luruh dan keluar bersama air seni," papar Lintang. Sedangkan totok di bagian belakang telinga berfungsi untuk menekan nafsu makan.
Bagaimana dengan totok payudara? Menurutnya, totok payudara bermanfaat untuk mengencangkan otot-otot payudara, bukan membesarkannya. Dengan penotokan, otot-otot payudara dan sekitarnya menjadi lebih kuat karena peredaran darah menjadi lebih lancar. "Proses ini membutuhkan waktu sekitar 45 menit termasuk relaksasi, totok, dan masker," jelas Lintang.
Salah satu jenis totok yang jadi favorit belakangan hari ini adalah totok vagina. Walaupun namanya totok vagina, tetapi tempat penotokannya tidak di daerah itu, melainkan di paha, pantat, perut, dan selangkangan.
Menurut, Lintang, totok ini khusus untuk wanita yang sudah menikah dan melahirkan. "Salah satu tujuan totok ini adalah mengembalikan posisi rahim yang turun," ujar Lintang sembari menegaskan, bahwa totok vagina juga bisa meningkatkan kontraksi daerah intim, sehingga membuat hubungan seks menjadi lebih baik dan berkualitas.
Sumber: Nova
Rumus Jogging
please cek dandanan kita.............
Berikut ini adalah cara sederhana untuk memeriksa apakah Anda berdandan berlebihan.
Alas bedak
Apakah alas bedak Anda sesuai dengan warna kulit anda? Harus, banyak wanita yang ingin warna kulitnya terlihat lebih putih sehingga ia menggunakan alas bedak yang lebih terang dari warna asli kulitnya. Tetapi jika Anda melakukan hal itu, pastikan untuk menggunakan alas bedak yang sama di bagian leher, agar warna wajah dan leher dapat berpadu dengan baik. Untuk makeup sehari-hari, sebaiknya carilah warna yang sesuai dengan warna kulit.
Mata
Hindarilah pemakaian eyeliner yang terlalu tebal, dan gunakan eye shadow dibagian bawah alis, serta pilihlah warna yang cocok dengan warna kulit anda.
Perona pipi
Perona pipi digunakan untuk menonjolkan area tulang pipi. Usapkan perona pipi (blush on) dengan gerakan lembut. Pilih warna yang tak terlalu jauh bedanya dengan warna kulit Anda.
Bronzer
Bronzer digunakan untuk mencerahkan daerah yang akan membuat Anda tampak berkilau secara alami saat berada di bawah sinar matahari. Bronzer akan membuat Anda nampak bercahaya, seolah-olah sinar matahari telah bersatu dengan Anda. Namun cukup gunakan bronzer di bagian dagu, hidung, dan bagian tengah dahi.
Kondisi malam/siang
Apakah dandanan yang Anda gunakan di siang hari sama dengan dandanan Anda di malam hari? Jika dandanan siang Anda sama dengan dandanan malam hari, bisa jadi rias wajah Anda terlalu berlebihan.
Bertanya!
Bertanyalah kepada teman-teman atau keluarga. Yakinkan mereka Anda benar-benar butuh jawaban jujur, dan mereka akan memberi tahu anda jika mereka berpikir bahwa Anda berdandan terlalu menor.
Pertanyaan paling penting yang bisa Anda tanyakan kepada diri sendiri jika merasa ragu adalah, seberapa berbedakah wajah Anda jika dibandingkan pada saat Anda tidak dandan? Riasan tidak seharusnya menjadi sebuah topeng, melainkan untuk meningkatkan penampilan natural yang anda miliki.
posted from.www. yahoo.com