Tampilkan postingan dengan label jalanjalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalanjalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, September 28, 2011

etika ngetripp

Batal ikutan ya...
sering kita dengar saat Trip sudah dekat


Batal ikutan ya...

Tidak membatalkan keikutsertaan disaat-saat terakhir, karena ini sangat mempengaruhi jumlah share biaya yang akan ditanggung rekan-rekan yang lain (apalagi jika tripnya mengharuskan membayarkan dp terlebih dahulu untuk penginapan, sewa kapal atau yang lainnya). Sebisa mungkin carilah pengganti jika kita memang benar-benar akan membatalkan keikutsertaan di saat-saat terakhir, jika tidak dapat pengganti, ikutlah share paling tidak biaya yang digunakan untuk share yang sudah di bayarkan untuk dp.


Komplain!!!

Komplain!!!

Komplain. Seringkali masih ada teman yang komplain tentang buruknya suatu trip yang diikuti, acaranya gak asik, tempatnya gak bagus, transportasinya gak enak dan teman-temannya. Pernahkah terpikir bahwa trip ini adalah trip bersama yang kebetulan saja ada satu orang teman yang bersedia membantu untuk menjadi team leader-nya, bahkan semua biaya kita share bersama tanpa ada yang mendapatkan keuntungan lebih, jadi mengapa hanya biayanya saja kita “share” bersama, tentu saja kita juga harus berbagi semua kebahagiaan dan semua penderitaan dalam trip bukan? Kelak semua cerita sedih dan gembira itu menjadi bagian yang tidak dapat kita lupakan.


Menunggu

Menunggu

Menunggu. Janjian di satu meeting point adalah hal yang biasa dilakukan jika kita mengikuti trip dengan peserta dari berbagai belahan kota, jangan biarkan teman yang lain terlalu lama menunggu kita, karena mengakibatkan berubahnya seluruh itinerary yang sudah disusun. Tibalah tepat waktu, atau paling tidak berilah kabar jika terpaksa datang terlambat. Jangan biarkan teman-teman kita menunggu terlalu lama apalagi sampai berjam-jam *dan saya melakukan ini T.T maafkan yah teman, gak lagi deh.


Saling Memahami

Saling Memahami

Saling memahami.”Gak cocok acaranya nih mo misah aja ah”, hal yang normal dirasakan jika kita bepergian bersama-sama. Memang tidak mudah menyatukan sedemikian banyak keinginan dari masing-masing peserta. Disinilah dituntut kebesaran hati kita untuk bisa memahami satu dengan yang lainnya, ingat kita “jalan bareng”  bukan ikut paket tour. Ini juga salah satu seninya dari nge-trip bareng bukan?



Semua cara perjalanan yang kita pilih ada konsekuensinya, memang percikan-percikan kecil sering kali terjadi dan tidak dapat dihindarkan, namun itu semua tidak akan ada artinya dengan kenangan-kenangan indah yang akan kita dapatkan. Travelling is not about the destination, it’s about the journey.

Have a nice trip guyss

Kamis, September 01, 2011

kampung naga

Kampung Naga Tasik Malaya
Lebaran 1432 H Lagi mau cari tempat jalan 2
yang dingin sejuk daerah garut atau tasikmalaya
akhirnya tanya lah ke mbah google dan ketemu lah yang 
namanya Kampung Naga di daerah tasikmalaya.. 
kayaknya lumayan sekalian itin nya Rafting...
sedikit cerita tentang kampung naga
Perkampungan yang dihuni oleh sekelompok
masyarakat yang sangat kuat dalam
memegang adat istiadat peninggalan
leleuhurnya. Hal ini akan terlihat jelas
perbedaannya bila dibandingkan dengan
masyarakat lain di luar Kampung Naga.
Masyarakat Kampung Naga hidup pada
suatu tatanan yang dikondisikan dalam
suasana kesahajaan dan lingkungan kearifan
tradisional yang lekat. Kampung Naga
secara administratif berada di wilayah Desa
Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten
Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat. Lokasi
Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya
yang menghubungkan kota Garut dengan
kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di
lembah yang subur, dengan batas wilayah,
di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi
oleh hutan keramat karena di dalam hutan
tersebut terdapat makam leluhur masyarakat
Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi
oleh sawah-sawah penduduk, dan disebelah
utara dan timur dibatasi oleh sungai Ciwulan
yang sumber iarnya berasal dari Gunung
Cikuray di daerah Garut.
Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke
Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer,
sedangkan dari kota Garut jaraknya 26
kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari
arah jalan raya Garut- Tasikmalaya harus
menuruni tangga yang sudah di tembok
(Sunda sengked) sampai ketepi sungai
Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45
derajat dengan jarak kira-kira 500 meter.
Kemudian melaluai jalan setapak menyusuri
sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung
Naga.
Kampung Naga merupakan kampung yang
sangat unik, dengan keteguhannya dalam
memegang adat istiadat para leluhurnya.
Memasuki Kampung Naga kita akan disuguhi
berbagai macam pantangan yang sama
sekali tidak boleh di langgar, konon bila kita
melanggar pantangannya, di kemudian hari
kita akan mendapatkan suatu musibah yang
tidak kita sangka-sangka.
Selain sangat unik Kampung Naga juga
terkenal dengan keramahan khas Sundanya
dalam menerima tamu atau pendatang yang
kebetulan singgah di kampnung ini.
Penduduk Kampung Naga sumuanya
mengaku beragama Islam , akan tetapi
sebagaimana masyarakat adat lainnya
mereka juga sangat taat memegang adat
istiadat dan kepercayaan nenek moyangnya.
Jika kita berkesempatan singgah ke
Kampnung Naga, kita akan disuguhi bentuk
bangunan atau rumah khas Kampung Naga
yang berbentuk panggung, semua bahan-
bahannyapun harus terbuat dari bambu dan
kayu, sementara atapnya terbuat dari daun
nipah, ijuk atau alang-alang. Lantai rumah
juga harus terbuat dari bambu atau papan
kayu, tidak boleh di cat kecuali
menggunakan kapur.
Di bidang kesenian masyarakat Kampung
Naga memiliki pantangan atau tabu
mengadakan pertunjukan jenis kesenian dari
luar Kampung Naga seperti wayang golek,
dangdut, pencak silat, dan kesenian yang
lain yang mempergunakan alat musik sejenis
goong. Sedangkan kesenian yang merupakan
warisan leluhur masyarakat Kampung Naga
adalah terbangan, angklung, beluk, dan
rengkong. Namun demikian, warga Kampung
Naga diperbolehkan menyaksikan
pertunjukan Wayang atau kesenian lainnya
asal berada diluar Kampung Naga.
Seperti juga adat masyarakat Baduy Banten,
warga Kampung Naga tidak
memperkenankan barang atau peralatan
modern masuk ke Kampung Naga. Sehingga
jika kita memasuki areal Kampung Naga kita
tidak akan mendengar suara radio yang
mengalunkan musik-musik merdu, namun
kita pasti akan mendengar suara-suara
serangga dan katak tatkala matahari akan
terbenam ke peraduaannya.
Untuk buah tangan , anda tak perlu khawatir,
karena disepanjang jalan menuju Kampung
Naga banyak toko- toko yang menyediakan
berbagai macam souvenir hasil kerajinan
tangan warga Kampung Naga dan warga
Tasikmalaya pada umumnya dengan harga
yang sangat murah dan dengan pilihah yang
beraneka ragam.
Di luar itu semua, Kampung Naga pasti akan
menyuguhkan nuansa lain dari Wisata
Budaya manapun, karena masing-masing
tempat atau lokasi wisata yang ada di
Nusantara tercinta ini memilliki karakter
yang berbeda dalam menyajikan
keunikannya. 

Hmm.. Kayaknya kalo ajak bocah-bocah 
TK atau SD ini gak cocok deh, jadi arrange waktu aja 
di lain kesempatan... ada yang maoo.. join...
hehe..hee..

Kampung Naga
Lokasi: Neglasari,Salawu,Tasikmalaya

Minggu, Oktober 24, 2010

kisah klasik di Pulau sempu

Pulau Sempu terletak di daerah Jawa Timur Malang  menuju turen Sendang Biru

tanggal 8 Oktober 2010

saya bersama teman2 jalan jalan  berangkat ke pulau sempu dengan menaiki bis  sebanyak 28 orang

hari Jum'at Pukul 14.00 saya berangkat dari jakarta sampai Kota malang Pukul 13.00 9 Oktober 2010 yah hitung saja sendiri berapa jam saya di dalam Bis... untuk perbandingan saja saya lebih prefer kereta api walaupun sekelas matarmaja di bandingkan Bis untuk perjalanan ke kota malang ini tapi ini menurut saya looo......

Dari malang berangkat ke Sendang Biru
sampai di Sendang Biru Pukul 04.30 Sore  kami langsung mengurus perizinan untuk masuk ke Pulau Sempu namun sayang kami tidak di izinkan untuk menyebrang apalagi untuk masuk ke segara anakan,di karenakan hari sudah sore ditakutkan sesat atau lain hal di kegelapan Hutan....kami tidak ingin memaksakan jadilah kami mendirikan tenda di pantai sendang biru tepat di depan pantai.

malam hari kami berkumpul bersenda gurau bermain games dan kebetulan di hari itu ada dua teman kami yang berulang tahun tepat pukul 12 malam kami bernyanyi lagu ulang tahun sebut saja namanya ipong dan simon  tidak syah rasanya kalau tidak menceburkan mereka ke Pantai dan akhirnya mereka berkuyup kuyupan di malam hari dan berdoa sambil menggigil....

udara pantai di malam hari saat itu sangat dingin membuat saya tak tahan lagi untuk mengatupkan mata, saya langsung bergegas ke Tenda dan kulihat tiga teman ku sudah terlelap sebut saja Ale, Bita, Ika, saya mencoba ambil posisi nyaman untuk tidur ahh... sial fikirku lapak sudah di pantek aku dapat yang pojok sempit pula tak apalah hanya satu malam saja fikirku, namun pelan pelan saya merasakan sesuatu merayap ke jidat ku kadang ke leherku plok..plok.. aduuh kok g doang yang kena sih  yang lain adem ayemm ajah.

pukul 3 dini hari kerentang kerenteng keresek krosok...ampuuun berisik banget dan teriakan kawan kami Amri sangat jelas akhirnya tidur pun tak dapat saya lanjutkan
saya bangun yang pertama di tenda itu, iri hati' tak mau saya susah sendirian maka kubangunkan Bita, Ika, Ale....kutanyakan tentang serangga ke teman teman yang selalu mampir di jidatku semalam dan Bita bilang dengan santai nya : "di gue juga ada terus gue buang aja ke eluh"....waaakkk sialll.......

Kami bergegas untuk siap siap sholat subuh dan beberapa teman kami yang baik hati dan pandai memasak sudah menyiapkan nasi goreng, wahh..yummy...

Pukul 6 pagi kami sudah packing barang barang yang harus di tinggal dan apa saja yang harus di bawa, yang pastinya air dan makanan itu harus karena jangan harap ada tukang soto apalagi tehbotol, tak ada air tawar di sana jadi harus bawa air mineral dengan formasi cewe bawa 1 liter air cowo membawa 2 liter air dan masing2  bawa 2 bungkus indomie....

penyebrangan dari sendang biru ke talang semut hanya butuh waktu 15 menit menurut informasi kalau sedang surut ini bisa dijalani tanpa perahu.
Hoiii Buka Hoii... bita teman ku yang dekat tali perahu sontak kagett.....di teriaki si abang perahu....untuk membuka tali perahu.....baru kali ini naik perahu abangnya galak kasar kagak senyum main nyuruh nyuruh penumpang lagi...kalo ada perahu  yang lain mening yang lain deh

sampailah kami dan segara anakan 3 km lagi, kami sangat bersemangat untuk menjadi anak rimba mengarungi hutan Pulau Sempu, namun tak terbayangkan oleh saya tanah di sini bukan batu batuan kecil atau tanah liat yang becek namun ternyata lumpurr yang dalam dan karang  dan lumpur itupun seakan akan hidup beberapakali saya merasakan kaki saya tak dapat lepas dari lumpur kalaupun lepas sendal  nya pun  terlepas di lumpur.

tips untuk trekking ke sempu apabila musim hujan, cari jalan yang tidak berlumpur biasanya dipinggir kiri atau kanan walaupun miring namun ini bisa lebih cepat di banding terjebak di lumpur  tapi yaa sebaiknya carilah bulan2 yang tidak pada musim penghujan....kebetulan kelompok kami terdiri dari 10 orang kami mendapat di posisi terakhir setelah berjalan kira kira 1 jam teman kami sebut saja sandi terpeleset dia menahan tubuhnya dengan tangan kirinya dah akhirnya tangan nya terkilir, kami menganggapnya keseleo rasanya sakit sekali karna dia merintih pelan kesakitan dengan ragu namun pasti kami melanjutkan kembali perjalanan Two thumbs up buat Sandi,

5 jam kami trekking kulihat dari semak semak laut yang biru bening subhanallah ooh akhirnya kami berhasill.....sampai di segara anakan.....

Minggu, September 19, 2010

cuma ngukur...

1209 sore...
namanya juga cuma ngukur, perjalanan kali ini saya dengan keluarga dalam suasana idul Fitri jadi Sekaligus silaturahim. Perjalanan di Mulai dari jakarta dekat banget dari rumah yaitu Bukit duri....tak ada bukit dan tak banyak juga duri, kami silaturahmi ke seorang tokoh Agama, melanjutkan perjalanan masuklah ke Tol Cikampek menuju Cirebon karena sudah dipesankan penginapan maka kami menginap satu malam di sini Pagi hari saya dan keponakan menyempatkan berjalan di sekitar penginapan.
penginapan di cirebon
duduk di kursi rotan

1309
sebagian besar kenangan perjalanan kita yang berharga adalah kenangan kenangan yang dialami sambil duduk
                                                                                                                robert thomas Allen

Mampir di Cirebon ke salah satu kerabat di Jl. P. Antasari , di perjalanan saya amati rumah2 penduduk ternyata penduduk disini banyak pengrajin Rotan di buktikan dengan banyaknya furniture Rotan di depan maupun dalam Rumah

Pamit dari Cirebon perjalanan dilanjutkan kembali ke Pekalongan yang kalau saya ingat kota ini saya selalu mengingat mau hunting daster bukan baju batik, di sini saya bersilaturahim ke 2 orang ulama namun sayang nya yang satu berhalangan itupun kami menunggu sampai jam 10 Malam

2 Keponakan ku yang lucu tampak lelah akhirnya sang bunda dan Ayah mereka memutuskan untuk menginap di Semarang saja, Kira-kira Pukul 12.45 dini hari kami sampai ke penginapan
di Jalan Pandanaran Simpang Lima

1409
Pukul 6.30 mata ini baru terbuka bergegas untuk sholat dan kebetulan keponakan ku sedang tidur kusempatkan untuk jalan jalan ke sekitar penginapan maksud hati ingin ke lawang sewu atau tawang mangu  namun apa daya, karna yang punya hajat ingin melanjutkan kembali perjalanan ke Madiun.

dari Alun alun madiun kami menaiki Delman mutar-mutarin kota Madiun, banyak banget warung pecel disini mall di sini sepertinya cuma 2, awan sudah kemerah merahan kami bergegas ke desa pagotan yang kebetulan kerabat kami berada di sana kebetulan di sini sedang ada acara haul sehingga ada hantaran makanan ke rumah kalau di jakarta di sebut Besek uniknya ada makanan sekuteng namun anehnya kok pake bawang ya dan dari santan, malah mirip soto....
tapi pake roti..hehehhehe....

Pukul 3 Pagi kami bangun bergegas melanjutkan pengukuran kembali, sayup2 jelas saya mendengar azan entah ini disebut azan apa mungkin untuk tahajud atau pak muazin sedang latihan azan yah ??

1509
Semua perjalanan berujung pada tempat tempat tujuan tak terduga yang tak disadari pengelana
                                                                                                                        martin buber


Tersadar saya lihat sekeliling lewat jendela mobil ternyata saya sudah tiba di Pasuruan kemudian kami mampir di sebuah sentra oleh2 dan tempat makan Republik Telo kebanyakan makanan kecil di sini berasal dari ketela ahlinya gas alami.

Perut kenyang kami lanjutkan kembali perjalanan, entah mau kemana , namun kulihat ini sepertinya arah malang dan ternyata kami mampir ke rumah ponakan kami Gibran di daerah PDAM sawo jajar kami rehat dan mencicipi bakso khas Malang disini, pukul 2.30 siang kami pamit untuk melanjutkan perjalanan...dan pertanyaan seperti biasa mau di bawa kemana ...? kirain mau nyasarin kita ke jatim park atau taman safari ternyata aroma2 belacan terendus oleh kami dan ternyata menuju jembatan Suramadu Madorra...... Bukan mau Foto atau melewatin aja disini pengukuran selanjutnya lewati bangkalan sampai Pamekasan Larangan berhentilah di sini kira2 pukul 7 malam silaturahmi ke rumah teman ngupi dan ngobrol kata abangku,  madorra ternyata luas juga ya, dan dari 3 kali bertanya kok logatnya biasa aja yah.. gak kayak te sate taiye.....kuintip dari kaca jendela mobil ternyata penduduk disini sepertinya punya kebiasaan ngumpul gelaran hambal ijo ato tiker...buat ngobrol ngupi di depan rumah dan itu banyak banget. malam malam di kota ini udara gak panas sejuk banget...banyak orang bersarong dan berpeci di sini


1609

bepergian bukanlah sekadar untuk melihat pemandangan; bepergian adalah perubahah yang terus bergulir, menyangkut gagasan-gagasan tentang kehidupan. perubahan yang dalam dan permanen
                                                                                                                         Miriam beard


Kirain Mau nginep di Madorra ternyata kami bergegas ke gresik dan bermalam di sini , pukul 8.30 di gresik kami mencoba menuju alun alun pendopo gresik melewati makam sultan maulana ibrahim, tidak lama lama di sini kami packing kembali dan melanjutkan pengukuran kembali dimulai dari pukul 10.30 - pukul 11 malam kami sampai di pekalongan.....

1709
subuh dari pekalongan kami melanjutkan kembali untuk kembali ke Jakarta melewati Tuban wiiihh rasanya pengen Foto2  disini banyak banget kapal nelayan berlabuh... bagus bangettt.........kemudian lanjut ke kota tegal keminclong moncer kotane kemudian Brebes...kota telur asin...sebelum masuk tol sarapan pagi dengan sate dan minum teh poci dengan gula batu yang rasanya maknyusss....pukul 2 siang sampai lah ke tol jati asih...Ugal2an belum berakhir belok kiri ke arah tol Bogor kami mengukur untuk rehat sambil menikmati kesejukan Puncak bogor dan di sinilah meeting point saya dengan keluarga saya yang lain yang mudik dari madiun...

1809

" the destination not a journey"


pagi di Puncak banyak pedagang yang menawarkan makanan untuk sarapan pagi dari gemblong hingga nasi uduk juga abang mainan balon sabun dan layangan namun kami tak lama di sini pukul 8 pagi kami bergegas ke Jakarta dan kira2 perjalanan 1 jam kami sampai ke Jakarta dengan selamat, namun saya membawa oleh2 sariaawan.. akut berat.... niat mau jalan atau reunian jadi batal...mungkin harus istirahat

pengukuran yang melelahkan namun menyenangkan, perjalanan membuat saya menjadi bersyukur karna di perjalanan lah saya mendapatkan banyak inspirasi, banyak belajar dari apa yang tidak dapat di pelajari, dapat melihat secara langsung hal hal suka maupun duka, hikmah perjalanan di hari raya saya dapat bersilaturahmi dengan orang jauh karna moment yang pas.


Notes :
Thanks Untuk Abangku H. Fattah yang mengikutsertakan daku mengukur Jawa, makasih untuk kakak iparku Hj. Ifah yang lagi hamil semoga sehat selalu jempol buat kaka yang tangguh banget perjalanan jauh hamil pula, dan peluk sayang buat ponakan ku hilma dan Hilmi semoga kalian menjadi anak yang berbakti dan membanggakan orang tua amiin,
untuk adek Vira maaf yah...sikat giginya ketuker deh pantes aunty jadi sariawan, Kakak Ana yang cantik kalo nonton jangan terpaku gitu dong Ka... untuk Bunda dan ka nuril makasih ya..tumpangann nya di Madiun jangan kapok..ya (wkkwkwk...kek rumahnya aja)

Syawal 2010.....
Azkia

Minggu, Agustus 15, 2010

Historical sites

Angke Mosque
Jl. Pangeran Tubagus Angke West Jakarta

Cathedral Church
Jl. Kathedral, Lapangan Banteng, Jakarta Central Jakarta

Gelora Bung Karno Sport Center
Jalan Gerbang Pemuda Central Jakarta

Immanuel Church
Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta Central Jakarta

Istiqlal Mosque
Jl. Taman Wijaya Kusuma,Jakarta Central Jakarta

Kebon Jeruk Mosque
Jl. Hayam Wuruk, Jakarta West Jakarta

Luar Batang Mosque
Luar Batang, Jakarta North Jakarta

Marunda Mosque
Marunda, Jakarta North Jakarta

Merdeka Palace
Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Central Jakarta

Ministry of Finance Building
jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Central Jakarta

MPR / DPR RI Building
Jalan Jend. Gatot Subroto Central Jakarta

National Archives Building
Jl. Gajah Mada, Jakarta West Jakarta

National Awakening Building
Jl. Abdurrachman Saleh No. 26, Jakarta Central Jakarta

National Monument
Merdeka Square, Jakarta Central Jakarta

Red Shop
Jl. Kali Besar, Jakarta West Jakarta

Sion Church
Jl. Pangeran Jayakarta, Jakarta West Jakarta

Sunda Kelapa Harbor
Jalan Maritim Raya, Jakarta North Jakarta

Tall House of Marunda
Marunda Pulo, Jakarta North Jakarta

Tugu Church
Jl. Raya Tugu, Jakarta North Jakarta

Youth Pledge Building
Jl. Kramat Raya No. 106, Jakarta Central Jakarta

Fish Market
Pluit North Jakarta

Fatahillah Square
Jl. Taman Fatahillah No. 1 West Jakarta

Jakarta History Museum
Jl. Taman Fatahillah No. 1 West Jakarta
Phone: (62 21) 692-9101 / 690-1483
Fax. (62 21) 690-2387

Shadow Puppets Museum
Pluit North Jakarta

Fine Art and Ceramic Museum
Jl. Pos Kota No. 2 West Jakarta
Phone: (62 21) 690-7062 / 692-6090 / 692-6092

Textiles Museum
Jl. Aipda K.S. Tubun No. 4 Central Jakarta
Phone: (62 21) 560-6613

National Museum
Jl. Merdeka Barat 12 Central Jakarta
Phone: (62 21) 381-1551 / 386-8172
Fax. (62 21) 381-1076
email: museumnasional@indo.com
website: www.museumnasional.org

Kereta Api

KA Bima
Jakarta-Kota Yogyakarta 17.00
Jakarta-Gambir Surabaya-Gubeng 05.28 210.000

KA Sembrani
Jakarta-Kota Bojonegoro 18.30
Jakarta-Gambir Surabaya-Pasar Turi 18.45 04.54 200.000

KA Gumarang
Jakarta-Kota Bojonegoro 17.45
Jakarta-Gambir Surabaya-Pasar Turi 18.00 04.34 200.000

KA Gajayana
Jakarta-Kota Blitar 17.15
Jakarta-Gambir Malang 17.30 07.50 220.000

KA Argo Muria II
Jakarta-Gambir Pekalongan 07.15
Jakarta-Jatinegara Semarang-Tawang 07.25 12.57 180.000

KA Argo Muria I
Jakarta-Gambir Pekalongan 16.45
Jakarta-Jatinegara Semarang-Tawang 16.55 22.20 190.000

KA Kamandanu
Jakarta-Gambir Pekalongan 10.00
Jakarta-Jatinegara Semarang-Yawang 10.10 15.50 160.000

KA Argo Lawu
Jakarta-Gambir Solobalapan 20.00 03.45 220.000

KA Argo Dwipangga
Jakarta-Gambir Solobalapan 08.00 15.48 180.000

KA Taksaka I
Jakarta-Gambir Yogyakarta 08.15 16.05 170.000

KA Taksaka II
Jakarta-Gambir Yogyakarta 20.45 04.44 200.000

KA Senja Utama Solo
Jakarta - Pasar Senen Solo Balapan 20.25 06.20 100.000

KA Senja Utama Yogya
Jakarta - Pasar Senen Yogyakarta 19.30 04.02 100.000

KA Fajar Utama Yogya
Jakarta - Pasar Senen Yogyakarta 06.20 14.26 100.000

KA Senja Utama Semarang
Jakarta - Pasar Senen Semarang 19.15 02.00 75.000

KA Fajar Utama Semarang
Jakarta - Pasar Senen Semarang 07.15 13.57 75.000

KA Sawunggalih I
Jakarta - Pasar Senen Kutoarjo 19.00 02.43 130.000

KA Sawunggalih II
Jakarta - Pasar Senen Kutoarjo 08.00 15.38 130.000

KA Merak Jaya
Rangkas Jakarta-Kota 06.00 07.58 12.000

KA Merak Jaya
Jakarta-Kota Rangkas 17.10 18.55 12.000

KA Jayabaya Selatan
Jakarta-Kota Wonokromo 14.00
Jakarta-Pasar Senen Mojokerto 14.20
Jakarta-Jatinegara Surabaya-Gubeng 14.32 04.25 120.000

KA Cirebon Ekspress
Jakarta-Gambir Jatibarang 05.55
Jakarta-Jatinegara Cirebon 06.07 08.46 65.000

KA Cirebon Ekspress
Jakarta-Gambir Jatibarang 09.40
Jakarta-Jatinegara Cirebon 09.52 12.30 65.000

KA Cirebon Ekspress
Jakarta-Gambir Jatibarang 10.45
Jakarta-Jatinegara Cirebon 10.57 13.35 65.000

KA Cirebon Ekspress
Jakarta-Gambir Jatibarang 13.45
Jakarta-Jatinegara Cirebon 13.57 16.36 65.000

KA Cirebon Ekspress
Jakarta-Gambir Jatibarang 18.15
Jakarta-Jatinegara Cirebon 18.27 21.05 65.000

KA Cirebon Ekspress Utama
Jakarta-Gambir Cirebon 08.45 11.26 70.000

KA Cirebon Ekspress Utama
Jakarta-Gambir Cirebon 17.10 19.48 70.000

KA Argo Gede
Jakarta-Gambir Bandung 06.20 09.00 75.000

KA Argo Gede
Jakarta-Gambir Bandung 09.00 11.40 75.000

KA Argo Gede
Jakarta-Gambir Bandung 09.30 12.09 75.000

KA Argo Gede
Jakarta-Gambir Bandung 11.15 13.45 75.000

KA Argo Gede
Jakarta-Gambir Bandung 12.30 15.00 75.000

KA Argo Gede
Jakarta-Gambir Bandung 13.40 16.10 75.000

KA Argo Gede
Jakarta-Gambir Bandung 15.35 18.07 75.000

KA Argo Gede
Jakarta-Gambir Bandung 17.50 20.20 75.000

KA Argo Gede
Jakarta-Gambir Bandung 19.30 22.00 75.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 04.40 07.36 65.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 05.10 07.55 65.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 07.40 10.31 65.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 08.25 11.14 65.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 10.30 13.16 65.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 11.40 14.30 65.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 12.45 15.50 65.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 14.25 17.28 65.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 16.30 19.20 65.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 17.15 20.01 65.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 18.25 21.16 65.000

KA Parahyangan
Jakarta-Gambir Bandung 20.35 23.15 65.000

KA Purwojaya
Jakarta-Gambir Purwokerto 06.50
Jakarta-Jatinegara Cilacap 07.02 13.30 130.000

KA Bangunkarta
Jakarta-Pasar Senen Kertosono 15.00
Jakarta-Jatinegara Jombang 15.12 03.40 150.000

KA Kertajaya
Jakarta-Pasar Senen Semarang-Poncol 16.15 23.54
Jakarta-Jatinegara Surabaya Pasar Turi 16.27 04.08 47.000

KA Tawang Jaya
Jakarta-Pasar Senen Pekalongan 21.20 03.11
Jakarta-Jatinegara Semarang 21.32 04.35 36.000

KA Tegal Arum
Jakarta-Kota Jatibarang 14.50 17.49
Jakarta-Pasar Senen Tegal 15.08 19.56 11.500

KA Cipuja
Jakarta-Kota Tasikmalaya 08.45 16.30
Jakarta-Pasar Senen Banjar 09.05 16.51
Jakarta-Jatinegara Kroya 09.17 19.05 27.000

KA Citrajaya
Jakarta-Kota Tasikmalaya 19.45 01.36
Jakarta-Pasar Senen Banjar 20.00 02.53
Jakarta-Jatinegara Kroya 20.13 05.12 27.000

KA Brantas
Jakarta-Tanah Abang Semarang 15.30 23.23
Jakarta-Jatinegara Kediri 15.52 06.12

no telpon Taxi



Blue Bird Taxi


(62)(21) 325607, 3143000
Silver Bird (62)(21) 7941234, 7981001
Steady Safe (62)(21) 3143333
Express (62)(21) 5709009, 5709010
Gamya (62)(21) 325607, 3143000
Kosti Jaya (62)(21) 7801333
Royal City Taxi (62)(21) 8500888
Dian Taxi (62)(21) 8507080, 4250505

Route trans jakarta Busway

CORIDOR I : BLOK M - KOTA (Distance: 12.9 kms, Shelter: 20)>
Terminal Blok M - Sisingamangaraja - Jend Sudirman - MH Thamrin - Merdeka Barat - Majapahit - Gajah Mada / Hayam Wuruk - Pintu Besar Selatan - Taman Stasiun Kota.

CORIDOR II : PULO GADUNG - HARMONI (Distance: 14.3 kms, Shelter: 22)>
Terminal Pulo Gadung - Perintis Kemerdekaan - Letjend Suprapto - Senen Raya - Kwini - Abd Rahman Saleh - Pejambon - Merdeka Timur - Perwira - Veteran - Gajah Mada - HBC - Hayam Wuruk - Majapahit - Merdeka Barat - Merdeka Selatan - Prapatan - Kramat Bunder - Letjend Suprapto - Perintis Kemerdekaan - Terminal Pulo Gadung.

CORIDOR III : KALIDERES - HARMONI (Distance: 18.7 kms, Shelter: 11)>
Terminal Kalideres - Daan Mogot - Letjend S Parman - Tomang Raya - Kyai Caringin - Suryopranoto - Gajah Mada - HCB - Hayam Wuruk - Juanda - Pasar Bare - Veteran - Suryopranoto - Kyai Caringin - Tomang Raya - Letjend S Parman - Daan Mogot - Terminal Kalideres.

CORIDOR IV : PULO GADUNG - DUKUH ATAS (Distance: 11.85 kms, Shelter: 18)>
Pulo Gadung - Pemuda - Pramuka - Tambak - Sultan Agung - Galunggung- Dukuh Atas.

CORIDOR V : KAMPUNG MELAYU - ANCOl (Distance: 13.5 kms, Shelter: 21)>
Kampung Melayu - Jatinegara Barat / Jatinegara Timur - Matraman Raya - Salemba Raya - Kramat Raya - Gunung Sahari - Ancol

CORIDOR VI : RAGUNAN - KUNINGAN (Distance: 13.3 kms, Shelter: 19)>
Ragunan - Warung Buncit Raya - HR Rasuna Said - Latuharhari.

CORIDOR VII : KAMPUNG MELAYU - KAMPUNG RAMBUTAN (Distance: 12.8 kms, Shelter: 15)>
Kampung Melayu - Otto Iskandardinata - Letjend MT Haryono - Mayjend Sutoyo - Jalan Raya Bogor - Kampung Rambutan.

jakarta-tourism.go.id

Minggu, Agustus 01, 2010

jalan-jalan ke belitung

berawal dari niat amri yang mau ambil cuti selama 7 hari niatnya mao ke bali lombok cari temen dapet Nira, maunya sih ber4 tapi yg bisa ambil cuti segitu lama ya cuma kita betiga aja, di mulai dengan cari tiket info penginapan, berhubung harga tiket melonjak jauhh, kita memutuskan untuk berangkat ke bangka belitung sebuah propinsi pecahan dari propinsi sumatra selatan ,  hari jumat  tgl 9 Juli 2010   jam 4 pagi berangkat dari rumah saya bersama nira yang menginap di rumah ,   yang tadinya niatan pake taxi tapi di telpon2 gak di angkat2 akhirnya saya nyetoppin bajaj jam 4an untung ada bajaj lewat, langsung stopin bajaj si abang nawarin 20 rb biasanya ampe terminal rawamangun saya cuma bayar 15 ribu karna  kasian gak tega nawar ya sudah lah tarik bang.... ini pengalaman saya pertama nek bajaj di pai pagi buta gini ,  Nira cuma senyam senyum dia bilang dah bertahun tahun gak nek bajaj maklum rumahnya di bogor

perjalanan ke bandara dari rawamangun kira2 20 menitan kita, Amri  sudah sampai dari 30 menit yang lalu...
kami langsung check in di terminal 1B sriwijaya tujuan tanjung pandan belitung
setelah check in kami berdoa bersama untuk keselamatan kami wahaa..ketika toss..biasanya tangan kami numpuk banyak banget ini cuma 3 tapi ini tidak mematahkan semangat kami, kami berangkat pukul 6.20 ke Belitung  sampai di sana kira kira pukul 7.30


keluar dari bandara kami tidak menggunakan taxi yang kami tau naik taxi ke kota per orang 25 ribu hmm.... karna kami ingin meminimkan budget kami mencoba jalan kaki untuk mencari angkot
 wahaa ternyata angkot di sini tidak seperti angkot di jakarta angkot di sini yah bisa di hitung dengan jari....untungnya tidak jauh dari bandara ada ayuk2( panggilan female di sana) menawarkan tumpangan k sepeda motornya, akhirnya kami ber5 naik 2motor ( otomatis ada 1 motor 3orang)  sampai di depan rumah ayuk itu...untuk menunggu angkot, kira kira 1 jam lebih kami menunggu angkutan rasanya ingin mencoba berhentiin mobil bak dan tak lama kemudian datang lah bis seperti Kopaja warna abu2 bluwek jurusan di angkot terlihat sekali kami sebagai orang asing;  sambil bertanya tempat penginapan kepada kenek yang seorang wanita berwajah sangar namun buaiiiikkk sekali
sesampai di terminal  kenek bis itupun mengantarkan kami ke sebuah angkot  menuju sebuah penginapan yang kami tuju  di tanjung pandan

sesampai di penginapan ...tak di sangka Nira bertemu teman SMA nya sayangnya dia akan pulang hari itu, tadinya sih udah seneng setidaknya udah ada yang tau tempat2 yang kita tuju.

kami menginap di  penginapan yang di bilang seperti kosan 1 kamar murah banget  kamar mandi dalam single bed dapet tambahan bed pula trus dapet teh ma roti tiap pagi lumayann, parkir yang cukup besar, aman, dan kekeluargaan banget.....namanya wisma aditya. dan kayak nya jauh sama hal2 yang negatif dari aura tempatnya nih......wkkkkwkkk..

ngobrol2 dgn  pak satpam di wisma kami berniat menyewa motor (gak pake stnk,gak ada spion) sudah bersih2 kami bergegas untuk berangkat ke Manggar ( tempatnya laskar pelangi) namun tiba2 amri panik ternyata dia kehilangan dompetnya.
Amri mencari di luar kamar, tanya sama receptionist juga gak ketemu, dalam situasi begini baru datang ke negeri orang teman kehilangan rasanya ada yang gak enak, namun kami tetap melanjutkan perjalanan
ke manggar perjalanan ke manggar kurang lebih 80 km dari tanjung pandan perjalanan panjang banget jalan gak ada ujung mata di suguhin dengan keindahan langit pohon2, kebun sawit,

 namun baru 45 km kami jalan, kami di guyur hujan akhirnya kami berteduh di sebuah rumah, untunglah ada seorang ibu yang baik hati memberikan kami tumpangan,
ada hal yang lucu di sini ibu itu sepertinya phobia petir ketika kami pegang Hp dia teriak memekikk : hapeh hapehh (maksudnya jangan pegang Hp), tak lama kemudian saya mau berlonjor mau duduk di bawah, rasanya Bokong ini belum sampai ke lantai si ibu sudah teriak :
hooooiiiiiii jangan duduk di bawaaaaaaaahh.....( gaya kak ros upin ipin marah2)
kami bertiga menahan ketawa sayang si Ibu ada di depan kami kalo gak ada..Bwakakkakakakkkkkk.............Hadoohh sayang banget rasanya mubazir kalo gak ngakak .
sambil menunggu hujan yang deress banget di tambah lammma  tak terasa ternyata kami tertidur di bangku dan tiba2 dengkul ini serasa ada yang menggoyang goyang ternyata aku di bangunkan sat saya buka mata abra kadabra :  kami di siapkan hambal yang bagus + bantal yang keliatan banget sarungnya baru ganti langsung ku bangunkan Nira dan Amri ternyata Nira pun takjubb sambil bebisik ini hambal spesial buat kita kayaknya di pasangnya 1 tahun sekali pas lebaran doang .....(saking bersih nya)
tanpa basa basi dan tak tau malu kami tidoor di hambal (enak bangetttt.......), hari sudah menunjukkan jam 14.35 rasanya tidak mungkin untuk berjalan 35 km lagi akhirnya kami memutuskan batal ke manggar dan  kembali ke tanjung pandan  sambil mencari tau pantai2 yang terdekat, ternyata ada pantai sengaran tidak jauh dari rumah ibu tadi  yang sangat sepiiii dan indah sayangnya banyak dekat2 pantai ada bangunan kecil yang hancur jadi terlihat berantakan namun dari pasir nya bersih langsung kami menikmati dan berfoto ...... ada batang pohon yang jatuh ke bibir pantai.....nice place...


ke tanjung pandan sebelum ke wisma kami berhenti di terminal sambil mencari angkot yang tadi naiki ternyata sudah sepi ada beberapa sekumpulan bapak2 sedang mengobrol yah..kalau dr tampang tampangnya agak2 serem kami beranikan untuk bertanya tentang dompet Amri dan ternyata yang kami sangka serem mereka memberi tahu kalau tadi ada supir angkot yang menemukan dompet, amri langsung minta antar ke rumah supir angkot yang tidak jauh dari terminal namun sayang si abang tak di tempat, dari sana kami tetap tidak mau meninggalkan momen untuk menikmati sunrise di pantai tanjung pendam yang dekat banget dari kota tanjung pandan cuma 5 menit,  di pantai ini  kami dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan yaitu tatkala matahari kembali keperaduannya dimana terlihat sinarnya beraneka ragam.
waktu nya baliik ke wisma  tak lama kemuadian abang supir angkot datang kasih dompet amri yang dalamnya masih utuh ya Allah alhamdulillah ternyata masih banyak orang jujur, di ceritakan kalo yang menemukan itu tukang ojek hmmm  kalo jakarta kayak gini aman bangett.....yaa....walaupun hari ini batal ke manggar namun hati kami senang banget apalagi Amri wajah nya kembali sumringah. Pukul 19.00 selepas sholat maghrib dan mandi kami mencari makan di pusat kota tanjung pandan mencari mie belitung, makan martabak, nasi goreng, cari tiket kapal laut untuk ke bangka......


Island Explore

selepas shubuh  kami bersiap siap berangkat ke tanjung kelayang kira perjalanan 1 jam jalan sepi panjaaannng jauhhhhhh, kadang melewati kebun yang terasa sekali udara dinginnya, jarang motor yang lewat apalagi mobil.sampai di tanjung kelayang kami sudah di tunggu oleh pak Rusdi (penyewaan perahu) di pondok nyiur melambai.



mulailah kami menyusuri gugusan pulau2 kecil di belitung pulau Wisata bahari  Pulau Burung kenapa di sebut pulau burung karna ada batu bebentuk burung di P. burung ini kabarnya di kontrak oleh orang luar entah betul apa nggak ada rumah pondokan yang lumayan juga buat beteduh pas ujan,

ada juga Pulau Babi (aji) kita liat gak bisa turun karna takut kapal karam ,

Pulau Batu Belayar banyak banget batu nya gak ada pohon2an

dan batu garuda

pulau pasir di tengah 2 laut cuma pasir doang pasirnya putih lembut haluuss benerrr , ini unik banget di sini banyak bintang lautnya.......


di pulau pulau ini pantainya kereeeeeen bangett pasirnya putih euyy....., ada lagi  Pulau Lengkuas di sini ada mercusuarnya konon  dibuatan tahun 1862, turun dari perahu kami langsung naik ke kalo gak salah ada 18 tingkat di saranin di setiap tingkatnya di explore di jendela2nya karna beda2 viewnya, nah pas sampai atas keliatan banget gugusan pulau2 batu2 nya, warna lautnya subhanallah kereen bangeett......


di pulau lengkuas ini ada toiletnya, biasanya wisatawan bisa santai2 , makan2, renang cibang cibung minum kelapa makan semangka di sini namun kami makan nasi plus telor dadar sajah hahhahhhaa mao semangka mesti pesen sehari sebelumnya gubraggg mesen perahu nya aja semalem, jam 11 malem lagih...tapi gpp tetep wuenakkk....wuenakkkk...,

dan waktu nya santai kek di pantai nyelow kek di pulo amri renang, nira tepon2an ternyata ada sinyal, dan daku...hunting foto plus main ayunannnn....

sstt...ada Mr crab juga di sini jalan di pasir putih......



explore pulo2 sudah selesai akhirnya kami makan siang dulu.....dengan menu ikan bakar hmm rasanya kalo menurut lidah g sih ya...STD kayak gak pake bumbu...tapi berhubung perut laperr tetep enak dan abisss....pula...

perjalanan berlanjut ke tanjung tinggi tempat nya laskar pelangi orang2 bilang di pantai ini banyak banget batu2 besar, bweeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhh bening bangettt...itu air nya biru kalah deh kolam renang beningnya bawahnya pasir bersih banget rasanya pengen mandi hanya saja di sini rammmee banget.......mana di godain cowok lagih (jaaahhh sok cakep luuh) mau foto2 juga bocorrr, di sini banyak tempat makan dan infonya mulai ramai dan banyak di kunjungi dari wisatawan luar berkat film laskar pelangi.....hmmm mantap two thumbs up buat andrea hirata memajukan kampungnya lewat tulisan dan film. di tanjung tinggi ini penginapan , restoran, musholla semua ada.



hari mulai sore kami tak satu pantai lagi yang tak ingin aku lewatkan Tanjung Binga dari Tanjung Tinggi tinggal lurus aja kalau sudah banyak rumah2 penduduk di situ banyak jalan masuk  dari rumah penduduk , tanjung binga ada jembatan panjang mirip seperti di pulau tidung di samping jembatan panjang ada pohon2 besar dan batu kebetulan ada anak2 daerah ini mereka bercerita konon  kalau di pohon itu sering ada raksasa besar muncul, kami menikmati sunset di sini .



hari sudah maghrib kami bergegas untuk pulang takut di jalan tersesat karena gelap dan sepi apa lagi kami hanya ber tiga,
sampai di penginapan kami langsung bersih2 dan ketika melihat kaca wahh...mulai terlihat wajah memerrahh......karna sengatan cahaya matahari walaupun udah pake sunblock spf 30 tetep aja yah.....

semoga aku datang lagii.....
tak terasa sudah 2 hari kami di sini pagi pagi kami berangkat ke pelabuhan untuk menyebrang ke Bangka Pangkal Pinang, sebenarnya dari penginapan pelabuhan sangat dekat namun karena kami rempong , akhirnya kami janjian dengan Pak Kadir Satpam Wisma penanggung jawab motor mengembalikan motor di sana pukul 7.30 kami berangkat.......Sampai Jumpa Belitong....



daftar biaya Rincian :
penginapan 1 malam Rp 50.000
sewa motor @ 1 Hari  Rp 60.000
Sewa Perahu  Rp 300.000 bisa muat 15 orang
Bensin  70.000 (2 Hari)
Makan kisaran harga 10000 - 25000
Kapal jetfoil @ Rp 120.000
Pesawat @ 360.000 + 40000

No telepon yang bisa di hubungi:
Pak kadir  Penginapan aditya, sewa motor (orangnya ramah helpful) : 081929542083
Pak Rusdi Nyiur melambai guide , perahu : 081929751766
ayie tiket jetfoil , pesawat (jl. sriwijaya tanjung pandan) :08127366168

Selasa, Juli 06, 2010

Naik Gunung Gede Cibodas

Bayangan ku
Naik Gunung selalu terbayang didalam lamunan ku sejak aku di sekolah dasar dulu...rasa nya menyenangkan seperti lagu naik naik ke puncak gunung, sampai aku lulus kuliah pun bayangan itu hanyalah tinggal bayangan

luv mountain
Namun sampai suatu saat saya mengenal sebut saja Bita ,Yayuk, Nyoss, dan Ade mereka berencana akaan naik gunung....saya tertegun sejenak waktu ku agak sempit namun ini adalah kesempatan ku merealisasikan bayangan  saja.... mumpung ada teman teman yang mau jalan....  akhirnya satu hari sebelum berangkat saya memutuskan untuk ikutan berangkat hari jum'at siang saya langsung hunting untuk mencari backpack di toko outdoor di bilangan rawamangun untunglah saya sudah memiliki sandal gunung oleh oleh dari Ujung Kulon maklumlah selama ini selalu gaya koper dan high heel (gayaaaaaa...beed padahal cuma ke ITC)......
bersiap berangkat






terminal kampung rambutan
kp rambutan bukan karna gak gawoll memang baru kali ini saya menginjakkan kaki di terminal 4 manusia itu sudah datang hmm yess jadi kita ke gunung pikirku. dari terminal kampung rambutan kami menaiki bis yang ke arah..cibodas....cukup membayar Rp 25.000, dengan fasilitas tanpa AC namun udara tetap dingin dan hanya membutuhkan perjalanan 2 jam sampai di cibodas di lanjutkan kembali naik angkot kirakira 5 menit menuju warung bang udin,salahsatu warung yang di cibodas yang dapat di jadikan penginapan.


di Depan TNGP
masih sehat


di depan jembatan

kadarluarsa
sebelum mendaki gunung kami mendaftar dulu administrasi namun tempat registrasi yang kami fikir jam 6 pagi buka ini jam 10 pagi baru buka....yah santai saja.... di teras TNGP , jam 10 Bergegas kami registrasi tapi tiba2 KTP Dek Bita yang cantik  sudah kadarluarsa tapi dengan usaha yang baik dan tim yang solid kami tetap bisaa melanjutkan Start awal Pukul 11 siang  baru 45 menit
jalan hosh hosh..break jam 1 siang sampai lah di jembatan dekat air terjun.... (hati hati jembatan ini licin dan banyak bolong nya.....saya korbannya.....gubraggg) naas bener mana gak ada yang liat weleh konsentrasi moto2 gini nih....


suwir suwir  nasi padang
enakkk...

Jam 1.30 Hujan rintik rintik OMG jas hujan ketinggal di rumah..... ade, yayuk, nyos..memakai jas hujan nya , Bita membuka payungnya, dan saya....tak pakai apa apa...hujan makin lama makin besar namun kami tetap harus melanjutkan perjalanan ini backpack ku pun terasa beraaat sekali....10 menit jalan 5 menit istirahat selalu begitu...dan saya yang paling belakang...kadang nyoss .  Pukul 3 lewat dingin dan lapar menggerogoti tubuh kami, dan saat nya kami makan nasi padang pakai ayam plus teri Yayuk hmm...yummy wenak banget padahal baru di lihat ada 2 bungkus dan 2 ayam agar kebagian semua mulailah ku suwir suwir ayam cap tangan mengandung DHA, vit A, b3.....hahaaha..... dan inilah makanan yang amat nikmat bagi saya......dan kulihat teman2 pun menikmati vitamin ini...... (dan dari sini sampai saat ini aku selalu menghargai makanan dan bagi saya semua makanan itu enak)


hot Waterfall
nice moment

tapak demi tapak kami lewati kadang ada rombongan yang mendahului kami atau ada rombongan  yang turun oh senangya kami sesekali menyapa satu sama lain walaupun tak kenal sebenarnya ini adalah moment untuk saya rehat selain yang 5 menitan, hujan masih deras Cariel bertambah berat dengan air.. Pukul 4 sore sampailah kami di air terjun panas indah banget subhanallah kami berpegangan tali ditakutkan terpeleset enak banget biarpun sebentar celup celup dikit kaki yang berasa pegelll
  


para pendekar

JEDUG

di Perjalanan santai kami ini tawa canda ceria selalu menyelimuti tim kami.....dibalik itu ada saja duka cita seperti kepeleset, Ken***, susah menguap, belok belokan Kejedug Pohon melintang mba Yayuk membuat kami menambah suka.......,entah sedang mencari apa mba yayuk pohon besar tepat di depan mukanya tak terlihat, sayang rasa nya kalau tak tertawa tapi acting sayang sayangan tetap kami lakukan.
Hutan G. gede
rehat sambil ngemil apel


Pilu...
Ya Tuhan inikah bayangan ku selama ini mengapa berat sekali ujian ini aku ingin pulang tapi bagaimana tak mungkin rasanya, ya Tuhan ternyata aku orang yang lemah aku sangat sangat kecil di sisimu ampuni segala dosaku kesalahan ku, ujian seperti ini pun aku tak bisa tuhan, Oh Tuhan Rinduku pada Kamar ku kasur yang empuk itu, ibu aku sangat sangat kangen masakan mu , Ya Tuhan belum 1 hari aku menjalani ini namun banyak sekali hikmah yang aku petik syukurku padamu Ya rabb.....takkan ku sia siakan nikmat dari mu Rabbku


gaya di kandang badak

Kandang Badak
Orang orang yang udah naik gunung Gede pasti Koment lamma bener perjalanan sampe k kandang badak 9 jam . 20 menit sebelum Maghrib kami sampai di kandang badak, Knd Badak ini luas ada mata airnya di sini para pendaki biasanya beristirahat mendirikan tenda bersih bersih. niat mau masak gak jadi kita semua terlelap tiduuur sampai saya bermimpi mengendarai Kuda Putih dan berperang dengan kuda2 lain (wkk.wkk..).... Jam 2 malam mulailah krasak krusuk saya terbangun ternyata Yayuk Sholat alhamdulillah ternyata yayuk sadar setelah kejedug....akhirnya kami tidur2 ayam slama 1 jam dari luar ada suara yang mencari sendoklah,Tekolah,kami hanya cekikikkan mungkin perabotan dapur emaknya yah di bawa, hujan masih mengguyur deras tenda kami basah...sleeping bag kami basah namun saya kok masih berasa hangat yah...namun yang tak dapat kompromi gas di perut ini ah biarlahh.........nikmati sajaahhhh......wkwkkwkwk....

jahe hangat

Nasi Uduk
Pukul 6 pagi ternyata hujan pun sudah reda.....kami bermalas2an untuk bangun sementara Saudara Ade memasak air untuk kami, akhirnya kami minum2an hangat dan senyap senyap terdengar "Nasi Uduk Nasi Uduk......." bwaahh ada tukang Nasduk langsung kami teriak nasiuduuukkk...lima bang.....!!! (harganya berapa yah lima ribu kalo gak salah gak pake nawar bungkus) ban kenyanglah kami tanpa perlu repot masak bermodalkan teri dari yayuk dan nasi uduk..

Repack
Perut Kenyang mau tidur lagi oh tentu tidak .....kami repack barang2 kami membersihkan sampah 2 dan mengumpulkan dalam satu plastik hitam yang diakhir perjalanan kami sebut plastik jahannam sudah rapih semua kami berdoa untuk melanjutkan kembaliperjalanan yang hanya 1 jam...senang riang ....baru 5 menit perjalanan ada perasaan takut untuk ke puncak tak sengaja tiba2 saya terucap untuk tidak ikut... (halaah kenapa gak dari tadi jadi gak perlu packing) .namun rasa itu hilang dan saya semangat kembali untuk mendaki....puncak gunung Gede

 

nyonyah dan ujang

hujan tiba tiba mengguyur kami kembali kami menggigil kedinginan sebentar lagi tanjakan setan kok setelah itu jalannya enak cuma 10 menit sampai kata Ade, kami merasa senang artinya sebentar lagi kita sampai tapi  kok rasa nya sudah lebih dari 30 menit kenapa tanjakan setan itu tak nampak batang hidungnya, hujan besar menyulitkan kami untuk mengeluarkan kamera untuk mengabadikan moment moment yang indah udara yang sejuk sunyi segar, akhirnya sampailah di tanjakan setan , di tanjakan ini kami sempat nunggu lama karna ngantri bener kek pembagian beras rakyat ada yang turun ada yang naik seru juga naik ini mesti extra hati hati karna licin tetap  berpegangan dengan tambang lihat tapak kaki kita itu katanya tipsnya. selesai sudah rintangan setan itu , kami melanjutkan perjalanan yang katanya hanya 10 menit kira2 45 menit baru sampai......yahh karna kita kan jalan santai.....
tak lama kemudian Ade berteriak "PUNCAK" kami semua ikut teriak rasanya seneng banget
sampe juga akhirnya namun sayang angin badai kabut menyelimuti bahkan jarak pandang hanya 1 meter kami tidak lama di sini tubuh kami menggigil kedinginan, ku lihat kuntum kuntum bunga edelweis....sayang sekali tak dapat aku melihat ke bawah karna kabut


di pun cak gede
kami berhasilll...!!!



plastik jahannam
kami memutuskan untuk segera  melanjutkan perjalanan turun, yah itulah layaknya kehidupan ada turun dan naik, Turun dari puncak kami melewati juga tanjakan setan turun sepertinya lebih sulit ,tiba di Kandang Badak ambil kantong plastik hitam dan ternyata kami cek ada barang yang sudah di curi;  Bita : jaket Ungunya, diriku celana dan handuk ouugghh..sempet2nya mencurii..........yah biarlah....Turun Gunung rasanya Beda dengan naik gunung bagi saya seperti nya saya lebih cekatan untuk turun plastik hitam dibawa Ade dan terkadang Bita dan Nyoss tiba tiba ceklik....Nyoss keseleo akibat keberatan depan belakang menbawa plastik hitam ini akhirnya kami menyebut palstik jahannam dan selama perjalanan turun nyoss berjalan tertatih tatih dan akhirnya di tuntun oleh mba Bita
sore jam 5 suasana pun sudah sepi gelap jarang orang yang turun jatuh pun itu sudah biasa, akhirnya kami saya ade yayuk bergandeng tangan saling bahu membahu agar saling menolong yang mau jatuh , Nyoss dan bita masih setia dengan sabarnya,
perjalanan pulang rasanya jauuuh sekali lamma benerr kalau istirahat pun kami jarang duduk hanya menunduk seperti orang rukuk
kami berjalan di bantu dengan cahaya senter..... semoga tak ada Uka Uka ataupun binatang buas pikirku, sampai di jembatan kami senang sekali seperti mendaki sudah bertemu dengan air panas berarti sebentar lagi akan sampai 90 menit sudah kami lewati tapi kok gak sampai sampai ya kayaknya pas berangkat ini sebentar "jangan jangan nyasar lagih" ah sudah lah berfikir positif saja mungkin karna berjalan dalam gelap plus menunggu rombongan bita dan nyoss, akhirnya 30 menit setelah itu kami melihat cahaya ,cahaya terang lampu pos TNGP, Alhamdulillah akhirnya kami selamat sentosa..sampai gerbang TNGP pukul 10 malam.Perjalanan ke warung penginapan bang Udin mulai males2an rasanya ingin gelinding aja ini badan, toko2 di sekitar cibodas masih ,ada yang buka ; ada kaos TNGP bungkus bang gak pake nawar bele beleen....

Byurrr....

sampai di warung bang udin langsung mandi segeur bangettt......enak enak kalah deh spa....sholat tempelin  koyo2an, balsem tidur dehh.....yayuk  Bita,ade, nyoss.....hmm...lelap bener penuh dengan kebahagiaan dan keharuan belum lama kami tidur ade membangunkan kami untuk bergegas pulang dengan mata sepet kaki kaku betis bengkak, tapi kebetulan sudah pesen angkutan jadi gak repot lagi ke depan cibodas tak lama menunggu bis jurusan kp rambutan datang kami naik kebetulan saya sendiri di depan karena tak bisa duduk di belakang tiba2 bangun sampai di kp rambutan tak terasa seperti terbang.

2hariuntuk selamanya..............

kami berjabat tangan tanda perpisahan sedih rasanya...dan moment itu tak kan terulang lagi
saya naik busway dengan Ade dan Nyoss bita naik bis dan yayuk pun pulang naik bis, sampai di rumah saya tidurr bangun2 kaki initak dapat di gerakkan jalan pun ngesootttt..... ah tidakkk...... SMS bita, yayuk, nyoss  pun sama "gak bisa Jalan gak Kerja ,wuahahahha " kok Ade nggak sih ? akhirnya di urut namun tetap pemulihan 1 minggu.......... namun yang tak dapat di ungkapkan perjalanan persahabatan dan kesenangan hati yang tak dapat dibayarkan,  terimakasih Sahabat ku untuk perjalanan yang menyenangkan ; Ade, Nyoss, Bita, yayuk: cibodas puncak 15-16 Mei 2010


Ket:
Budget kurang dari 100.000 all in dari kp. Rambutan